Sabtu, 21 April 2012

JUMLAH HURUF, AYAT, DAN SURAT AL QURAN

DRS Wahidin Adams

JUMLAH HURUF, AYAT, DAN SURAT AL QURAN
   
Bulan Romadlon adalah bulan yang mulia, bulan penuh rahmat dan maghfirah. Dari aspek sejarah bulan ini pula mempunyai arti yang penting yakni di dalamnya terdaapat peristiwa pelantikan Muhammad saw sebagai Rasul membawa risalah pada umat manusia yang dikenal dengan peristiwa Nuzulul Quran. Al Quran itulah yang menjadi landasan moral dan hukum bagi Rasulullah mengatur manusia. Dan selanjutnya ia merupakan kitab dan pedoman hidup manusia yang ditinggalkan oleh Rasulullah agar manusia selamat di dunia dan akhirat.
Sebagai Kitabullah yang secara global memuat aturan hidup dan kehidupan makhluk-Nya, maka seharusnya dan sesuai dengan janji Allah, Al Quran serta isinya bersifat abadi da selalu aktual sampai akhir kehidupan manusia.
Dengan sifat abadi dan selalu aktual itu, Al Quran mempunyai keistimewaan dari kitab atau buku yang lain. Keistimewaan inilah yang secara langsung merupakan kelanjutan dari berbagai mu’jizat Nabi Muhammad saw yang disaksikan oleh manusia sampai akhir zaman sesuia dengan fungsi risalah Nabi Muhammad yakni untuk seluruh umat manusia sampai akhir masa.
Sebagai salah satu kitab istimewa dan merupakan mu’jizat, maka dalam setiap masa, ia akan diuji kebenarannya oleh manusia. Bahkan pernah pada masa Rasulullah diuji dengan usaha pemalsuan dan pemutar balikkan artinya.
Jika pada masa dahulu, pengungkapan istimewaan itu banyak ddisoroti dari aspk bahasa, sastra, kemudian setelah berkembangnya ilmu dan teknologi, diungkapkan dalam kaitannya dengan penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pada era komputerisasi ini manusia juga mengungkapkan keistimewaan Al Quran dari segi jumlah huruf, ayat dan suratnya.
    Sebuah buku yang disusun oleh DR. Rashad Khalifa yang berjudul “The Perpetual Miracle of Muhammad terbitan Siddiqi Trust, Karcahi, Pakistan telah mencoba mengungkapkan segi tersebut. Kunci dari keistimewaan segi jumlah huruf, ayat, dan surat Al Quran adalah kalimat :
Jika dihitung, maka ayat ini mengandung 19 huruf. Jika diteliti lebih lanjut nanti akan terbukti bahwa jumlah dari setiap kata yang ada dalam ayat : بسم الله الرّحمن الرّحيم   ini dalam seluruh ayat Al Quran dapat dibagi 19.
Kata pertama اسم (Isim) disebut sebanyak 19 kali.
Kata kedua الله (Allah) disebut sebanyak 2698 kali. Jumlah ini sama dengan 142 x 19.
Kata ketiga الرّحمن (Ar Rahman) disebut sebanyak 57 kali. Jumlah ini sama dengan 3x19.
Kata keempat الرّحيم (Ar Rahim) disebut sebanyak 114 kali. Jumlah ini sama dengan 6 x 9.

Apa keistemewaan bilangan 19 ?
    Jumlah 19 adalah jumlah yang khusus sebab ia terdiri dari angka pemulaan yakni 1 dan angka terakhir yakni 9. Jumlah 19 adalah jumlah yang tidak dapat dibagi oleh jumlah atau angka apapun. Jumlah 20 dapat dibagi 2, 4, 5, 10. Jumlah 18 dapat dibagi 2, 3, 6, 9.
    Mungkin orang akan mengatakan hal ini sebagai hal kebetulan saja (koinsidensi). Sangkaan ini dapat ditolak, sebab yang namanya kebetulan itu, berulang paling banyak satu, dua atau tiga kali, sedangkan baru dalam ayat Basmalah sudah empat kali.
Mungkin orang akan mengatakan bahwa hal ini memang sengaja demikian dirangcang ketika Nabi Muhammad saw merangcang Al Quran. Jelas ini sangkaan dari orang non-Muslim, sebab dia menganggap Al Quran buatan Rasulullah. Jawabnya mudah saja, bahwa pertama Muhammada adalah Ummi, kedua penemuan di atas belum pernah terungkap sebelum Juni 1975. Jika Nabi Muhammad saw tahu pastilah sudah ada sahabat yang diberitahunya. Jawaban semuanya adalah bahwa Al Quran telah dirancanng oleh Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Tahu, dan Maha Wujud.
Firman Allah dam surat Huud ayat 1 :
الر كِتبٌ اُحكِمَتْ آيته ثمّ فصّلت مِن لَدُن حكيم خَبِيْر
“Alif laam ra (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.”
Angka 19 itupun dianggap istimewa bukan saja dengan alasan yang tersebut di atas, tetapi memang ia juga disebutkan dalam ayat 30 surat al Mudatsir. Apabila dibaca dari ayat 11 sampai dengan 37 surat ini maka dapat ditemukan rangkaian makna, bahwa siapa yang tidak percaya kepada Al Quran sebagai ciptaan Allah akan berurusan degan 19 yang menurut sebagai tafsiran lama adalan 19 malaikat penjaga neraka.
Beberapa fakta lainnya
    Sebagaimana diketahui bahwa surat pertama yang diterima Rasulullah di Gua Hira adalah surat Al ‘Alaq. Surat ini adalah surat ke 19 sebelum surat terakhir dalam Al Quran. Surat al ‘Alaq ini berjumlah 19 ayat. Bentuk lain dari keunikan Al Quran adalah adnya eksistensi huruf-huruf hijaiyah yang terdapaat pada permulaan surat (Mafatihu as Shuwar).
    Dari segi arti, kebanyakan umat selalu menyebutnya Allah a’lamu bimuradihi, Allah lebih mengetahui rahasia maknanya. Dari segi jumlah hurufnya dapat diungkapkan sebagai berikut.
Huruf hijaiyah yang terdapat pada permulaan 29 surat itu ada 14 huruf yakni Alif ) ا ), Ha ( ح ), Ra ( ر ), Sin ( س ), Shad ( ص ), Tha ( ط ), ‘Ain ( ع ), Qaf ( ق ), Lam ( ل ), Mim ( م ), Nun ( ن ), Ha ( ه ), Kaf ( ك ), dan Ya ( ي ).
Huruf hijaiyah yang dirangkaikan pada permulaan surat, juga terdapat 14 yakni Qaf ( ق ), Nun ( ن ), Shad ( ص ), Tha Ha ( طه ), Ya Sin ( يس ), Tha Sin ( طس ), Ha Mim ( حم ), Alif Lam Mim ( الم ), Alif Lam Raa ( الر ), Tha Sin Mim ( طسم ), ‘Ain Sin Qaf ( عسق ), Alif Lam Mim Shad ( المص ), Kaf Ha Ya ‘Ain Shad ( كهيعص ), Alif Lam Mim Ra ( المر ).
    Jika ditambahkan antara 14 huruf hijaiyah, kemudian huruf hijaiyah yang dirangkaikan dalam kalimat yang artinya hanya Allah yang lebih tahu, kemudian itu terdapat pada 29 surat, maka hasilnya :
14 + 14 + 29 = 57 yakni 3 x 19.
    Dalam surat Qaf, jika dihitung huruf Qaf ( ق ) nya akan berjumlah 57 yakni 3 x 19. Dalam surat lain yakni surat Asy Syura yang panjangnya dua kali surat Qaf, maka huruf Qaf ( ق ) nya juga berjumlah 57 dari dua surat ini berarti huruf Qaf adalah 114. Jumlah ini sama dengan jumlah surat dalam Al Quran dan juga merupakan 6 x 19.
    Ada satu hal lagi yang menarik perhatian, walaupun kelihatannya tidak terlalu menonjol namun sering dilupakan, padahal di sini letak keunikan jumlah-jumlah huruf Qaf itu tadi. Yakni ayat 13 surat Qaf berbunyi :
وَقوْم عادٍ وفِرعَوْن وِإِخوَانُ لُوْط
“dan Kaum ‘Aad, kaum Firaun, dan saudara Luth”.
Kata Qaum Luth disebut dalam Al Quran sebanyak 12 kali, yang secara konsisten disebut Qaum Luth (    قوم لوط    ), kecuali hanya satu yakni dalam ayat 13 ini disebut Ihwan Luth (     اخوان لوط).
Letak kekaguman kita adalah, jika dalam ayat 13 surat Qaf ini dipakai kata Qaum, maka jumlah huruf Qaf dalam surat ini berjumlah 58 dan tidak dapat dibagi 19. Dan jika ditambahkan dengan Qaf yang ada pada surat Asy Syura maka jumlahnya 115. Semua kode nomor dan huruf hijaiyah itu menjadi tidak berarti.
    Sekarang beralih pada huruf Nun ( ن ). Huruf ini menjadi permulaan surat al Qalam. Setelah dihitung, maka jumlah huruf Nun pada surat ini adalah 113 yakni 7 x 19.
    Demikian pula huruf Shad ( ص ) pada permulaan surat al A’raf surat Maryam dan surat Shad. Dalam tiga surat ini huruf Shad ( ص ) berjumlah 152 yakni 8 x 9.
Suatu hal yang menarik lagi untuk diperhatikan adalah kata Bashtatan ( بصطة ) dalam ayat 69 surat Al A’raf, memakai huruf Shad ( ص ) sebagai ganti huruf Sin ( س ). Kalau kita menulisnya dalam bahasa Arab seharusnya dengan Sin ( س ) sebab dalam bahasa Arab tidak ada akar kata Bashtatan ( بصطة ) dengan Shad ( ص ). Menurut ahli tafsir, penulisan Bashtatan dengan Shad ( ص ) adalah Tauqifiyah, memang demikian adanya seperti yang diterima Rasulullah dari Jibril.
    Ketika Jibril membawa surat ini kepada Nabi Muhammad saw, dia berkata : Katakan kepada para penulis wahyumu hai Muhammad, supaya menulis kata ini dengan Shad ( ص ) bukan dengan Sin ( ص ).
Letak penting dan kekaguman kita mengapa kata ini ditulis dengan Shad adalah, jika kata ini ditulis dengan Sin sebagaimana lazimnya dalam bahasa Arab, maka jumlah huruf Shad dalam 3 surat ( Al A’raf, Maryam, dan Shad) akan menjadi 151 berarti tidak dapat dibagi 19.
Sistem Nomor Saling Berkaitan ( Interlocking)
    Untuk ini ada sepasang contoh yang membuktikan sisitem interlocking sebagai bukti lengkapnya sistem dalam Al Quran yang tidak mungkin dapat ditandingi manusia. Kita lihat surat Tha Ha ( طه ), pada awal surat ini dimulai dengan huruf hijaiyah Tha ( ط ) dan Ha ( ه ). Setelah dihitung, maka jumlah 2 huruf tersebut ( Tha dan Ha) adalah 342 yakni 18 x 19.
    Sekarang mengenai huruf Tha ( ط ) yang terdapat pada permulaan 4 surat ( Tha, Ha, Asy syura, an Naml dan al Qashash) ditambah dengan jumlah huruf Ha ( ه ) dalam dua surat yang permulaannya diawali huruf Ha ( Maryam dan Tha Ha ), maka jumlahnya adalah 589 yakni 31 x 19.
    Kita lihat surat Ya Sin. Jumlah huruf Ya ( ي ) dan huruf Sin ( س ) dalam surat ini adalah 285 yakni 15 x 19. Dan jika dihitung huruf Ya ( ي ) dalam semua surat yang awalnya huruf hijaiyah Ya ( Maryam dan Ya Sin ), kemudian ditambahkan denagn huruf Sin ( س ) yang terdapat pada awal 5 surat yang dimulai dengan huruf hijaiyah Sin ( Asy Syu’ara, An Naml, Al Qashash, Ya Sin dan Asy Syura ) maka jumlahnya adalah 969 yakni 51 x 19.
Bukti Mu’jizat dan Jaminan Pemeliharaan dari Allah.
    Setelah diselidiki baik melalui penjumlahan secara horizontal dalam satu surat maupun vertikal dengan semua surat yang mempunyai huruf awal huruf hijaiyah akan menghasilkan jumlah dalam perkalian 19. Kesimpulan kita adalah bahwa dari segi manapun termasuk mengungkapkannya dari aspek jumlah huruf, ayat dan surat pada era koputerisasi ini, maka selalu terbukti bahwa Al Quran adalah wahyu Allah terakhir yang ditujukan kepada seluruh ummat manusia, kesempurnaannya aka selalu dijaga Allah dan manusia serta siapapun tidak dapat menandinginya.
*******
 (Disarikan dari buku The Perpetual Miracle of Muhammad, penerbit Siddiqi Trust (Regd) Nasim Plaza, Nishter Road Karachi 5 Pakistan, 1980 Wahiduddin).
Berita Nahdlatul Ulama No: 3 & 4 thn 1983.

Diedarkan oleh : MADRASAH DINIYAH “DAHLAH ASY SYAFI’I” PEKUKUHAN-MOJOSARI-MOJOKERTO-JAWA TIMUR


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar